Senin, 03 Agustus 2015

Macam - Macam Perangkat Jaringan Dan Fungsinya

Macam Macam Perangkat Jaringan Dan Fungsinya

Perangkat Jaringan Adalah perangkat yang digunakan sebagai pemecah jaringan, Berikut Contoh Perangkat Jaringan :

1.Hub
Hub Adalah Perangkat yang menggandakan frame data yang berasal dari salah satu komputer ke semua port sehingga semua komputer yang terhubung dengan port akan menerima data juga



Perangkat Jaringan
Gambar Hub
2.Repeater
Repeater adalah Perangkat yang dapat menerima sinyal kemudian memperkuat sinyal dan mengirim kembali sinyal ke tempat lain yang menjangkau area lebih jauh



Perangkat Jaringan
Gambar Repeater

3.Bridge 
Bridge adalah peralatan yang dapat menghubungkan beberapa segmen dalam sebuah jaringan, bridge dapat mengenali mac adress


Perangkat Jaringan
Gambar Bridge

4.Switch
Switch, cara kerja switch sama seperti Hub, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga switch disebut multi port bridge, namun switch mempunyai collision domain yang sangat mempercepat pengiriman data pada jaringan



Perangkat Jaringan
Gambar Switch
5.Router
Router adalah Peralatan jaringan yang menghubungkan satu jaringan ke jaringan lain, Router Lebih cerdas dibandingkan Bridge, Karna Router bisa memutuskan rute terbaik yang akan ditempuh oleh paket data



Perangkat Jaringan
Gambar Router
6.Modem
Modem adalah dengan kata lain Modulator & Demodulator.
Fungsi Modulator adalah Bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa untuk dikirim Fungsi Demodulator adalah Bagian yang memisahkan sinyal informasi



Perangkat Jaringan
Gambar Modem

7.NIC (Network Interface Card)
NIC adalah Peralatan jaringan yang langsung terhubung dengan komputer dan didesain agar komputer dalam jaringan dapat berkomunikasi, NIC menghasilkan BIT-BIT yang sebenarnya



Perangkat Jaringan
Gambar NIC

8.Wireless Adapter
Wireless Adapter adalah merupakan interface end user ke jaringan wireless biasa disebut PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association)


Perangkat Jaringan
Gambar Wireless Adapter

Pengertian Ip Address Dan Cara Menghitungnya



 Pengertian IP Address dan Fungsinya
  
        IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan internet berbasis TCP/IP.
       IP Address memiliki dua fungsi. Fungsi pertama, sebagai alat identifikasi host atau antarmuka jaringan. Fungsi kedua, sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi tersebut diilustrasikan sebagai "Sebuah nama untuk mengetahui siapa dia, Sebuah alamat untuk mengetahui dimana dia, dan Sebuah rute agar bisa sampai ke alamat tersebut".
     Para pembuat sistem IP address menggunakan bilangan 32-bit. Sistem ini dikenal sebagai Internet Protocol Version 4 (IPv4). Tingginya tingkat pertumbuhan dan kapasitas jaringan internet menyebabkan dibutuhkannya sistem alamat yang mampu mengidentifikasi lebih banyak anggota jaringan, sistem pengalamatan yang baru diperkenalkan pada tahun 1995. Sistem tersebut dikenal sebagai IPv6.

Kelas Kelas IP Address

IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.

Kelas A :
- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- Bit pertama : 0
- Panjang Network ID : 8 bit
- Panjang Host ID : 24 bit
- Byte pertama : 0 – 127
- Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.

Kelas B :
- Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- 2 bit pertama : 10
- Panjang Network ID : 16 bit
- Panjang Host ID : 16 bit
- Byte pertama : 128 – 191
- Jumlah : 16.384 kelas B
- Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
- Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar. Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B (terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.

Kelas C :

- Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
- 3 bit pertama : 110
- Panjang Network ID : 24 bit
- Panjang Host ID : 8 bit
- Byte pertama : 192 – 223
- Jumlah : 2.097.152 kelas C
- Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
- Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C
IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.
IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.

Cara Menghitung IP Address

Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya.Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat.Kita mulai … lebih cepat lebih baik…Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, …dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya :

192.168.100.1  netmask 255.255.255.248 atau
192.168.50.16  netmask 255.255.255.240 ...???

Teori Singkat & Umum

Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4×8 bit.
Contoh :

8 bit 8 bit 8 bit 8 bit
192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1
192 . 168 . 0 . 1
Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :
Kelas IP
IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.

Kelas A
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besarBit Pertama : 0 Net-ID : 8 bit Host-ID : 24 bit Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214

Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.

Kelas B
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar2 Bit Pertama : 10 Net-ID : 16 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532

Kelas C
3 Bit Pertama : 110 Net-ID : 24 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255 Jumlah IP : 254

Kelas D
4 Bit Pertama : 1110 Byte Inisial : 224 - 247

Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID

Kelas E
4 Bit Pertama : 1111 Byte Inisial : 248 - 255

Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
-> Network ID (Net-ID)
Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Contoh :

    Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah192.168.0.0.
    Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16

Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast
Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .
Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.    
-> Subnet Mask (Netmask)

 Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk :

membedakan Net-ID dan Host-ID
menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

Contoh :
sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .
-> Prefix
Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24
-> Jumlah IP yang tersedia
Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 – 192.168.0.255)
Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID danBroadcast..
-> Jumlah Host
Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 – 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.
Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia – 2
-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Contoh :

    202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst

Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private
Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Contoh :

    192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst

Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
Memulai Perhitungan
Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :
Cara membaca :
Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai ’1′ dan yg lainnya bernilai’0′ ( .10000000 ) maka

    Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
    Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
    Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
    Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu

     192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen  192.168.0.128 - 192.168.0.255

    Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .

Pengertian Subnetting



Pengertian Subnetting – Sub-jaringan, atau subnet, adalah logis, subdivisi terlihat jaringan IP. praktek membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting.

Komputer yang termasuk ke subnet ditangani dengan, umum identik, bit-kelompok yang paling signifikan dalam alamat IP mereka.

Hal ini menyebabkan divisi logis dari alamat IP menjadi dua bidang, jaringan atau routing prefix dan bidang atau host identifier istirahat. Bidang sisanya merupakan identifier untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.

Routing prefix dinyatakan dalam notasi CIDR. Hal ini ditulis sebagai alamat pertama jaringan, diikuti oleh karakter garis miring (/), dan berakhir dengan bit-panjang awalan.

Sebagai contoh, 192.168.1.0/24 adalah awalan dari jaringan Internet Protocol Version 4 mulai dari alamat yang diberikan, memiliki 24 bit yang dialokasikan untuk awalan jaringan, dan sisanya 8 bit disediakan untuk mengatasi tuan rumah. Alamat IPv6 spesifikasi 2001: db8 :: / 32 adalah alamat blok besar dengan 296 alamat, memiliki 32-bit routing yang awalan.

Untuk IPv4, jaringan juga ditandai dengan subnet mask, yang merupakan bitmap yang bila diterapkan oleh bitwise DAN operasi untuk alamat IP dalam jaringan, menghasilkan routing prefix.
Subnet mask juga dinyatakan dalam notasi dot-desimal seperti alamat. Misalnya, 255.255.255.0 adalah topeng jaringan untuk 192.168.1.0/24 awalan.

Lalu lintas dipertukarkan (diarahkan) antara subnetwork dengan gateway khusus (router) ketika prefiks routing alamat sumber dan alamat tujuan berbeda. Router merupakan batas logis atau fisik antara subnet.

Manfaat subnetting jaringan yang ada bervariasi dengan masing-masing skenario deployment. Dalam arsitektur alokasi alamat internet menggunakan CIDR (CIDR) dan dalam organisasi besar, perlu untuk mengalokasikan ruang alamat efisien.

Hal ini juga dapat meningkatkan efisiensi routing, atau memiliki kelebihan dalam pengelolaan jaringan bila subnetwork secara administratif dikuasai oleh entitas yang berbeda dalam organisasi yang lebih besar. Subnet dapat diatur secara logis dalam arsitektur hirarkis, partisi ruang alamat jaringan organisasi ke dalam struktur routing yang seperti pohon.

Subnetting

Subnetting adalah proses menunjuk beberapa bit high-order dari bagian host dan mengelompokkan mereka dengan topeng jaringan untuk membentuk subnet mask. Ini membagi jaringan menjadi subnet yang lebih kecil. Diagram berikut memodifikasi contoh dengan memindahkan 2 bit dari bagian host ke subnet mask untuk membentuk empat subnet yang lebih kecil seperempat ukuran sebelumnya.
Jaringan Pengalamatan dan Routing
Komputer berpartisipasi dalam jaringan seperti Internet masing-masing memiliki setidaknya satu alamat logis. Biasanya alamat ini unik untuk setiap perangkat dan baik dapat dikonfigurasi secara otomatis dengan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) oleh server jaringan, manual oleh administrator, atau secara otomatis berdasarkan alamat stateless autoconfiguration.

Sebuah alamat memenuhi fungsi mengidentifikasi tuan rumah dan menemukan itu pada jaringan. Jaringan yang paling umum menangani arsitektur Internet Protocol versi 4 (IPv4), namun penggantinya, IPv6, telah semakin digunakan sejak sekitar tahun 2006.

Sebuah alamat IPv4 terdiri dari 32 bit, untuk dibaca ditulis dalam bentuk yang terdiri dari empat oktet desimal yang dipisahkan oleh titik, disebut dot-desimal notasi. Sebuah alamat IPv6 terdiri dari 128 bit yang ditulis dalam notasi heksadesimal dan pengelompokan 16 bit yang dipisahkan oleh titik dua.

Untuk tujuan manajemen jaringan, alamat IP dibagi menjadi dua bagian logis, awalan jaringan dan host identifier atau lapangan istirahat. Semua penghuni di subnetwork memiliki awalan jaringan yang sama. Ini awalan routing yang menempati bit paling signifikan dari alamat.

Jumlah bit yang dialokasikan dalam jaringan untuk awalan routing internal dapat bervariasi antara subnet, tergantung pada arsitektur jaringan. Sementara di IPv6 awalan harus terdiri dari satu set berdekatan 1-bit, dalam IPv4 ini tidak ditegakkan, meskipun tidak ada keuntungan untuk menggunakan non-contiguous 1-bit.

Bagian host adalah identifikasi lokal yang unik dan baik nomor host di jaringan lokal atau identifier antarmuka.

Menangani struktur logis ini memungkinkan routing selektif paket IP di beberapa jaringan melalui komputer gerbang khusus, yang disebut router, ke host tujuan jika prefiks jaringan originasi dan tujuan host berbeda, atau dikirim langsung ke host target di jaringan lokal jika mereka adalah sama.

Router merupakan batas logis atau fisik antara subnet, dan mengatur lalu lintas di antara mereka. Setiap subnet dilayani oleh router default yang ditunjuk, tetapi dapat terdiri internal dari beberapa segmen Ethernet fisik interkoneksi oleh switch jaringan atau jembatan jaringan.

Routing awalan alamat ditulis dalam bentuk identik dengan alamat sendiri. Ini disebut topeng jaringan, atau subnet mask, alamat. Misalnya, spesifikasi 18 bit paling signifikan dari alamat IPv4, 11111111.11111111.11000000.00000000, ditulis sebagai 255.255.192.0.

Jika topeng ini menunjuk subnet dalam jaringan yang lebih besar, ia juga disebut subnet mask. Bentuk menunjukkan topeng jaringan, bagaimanapun, hanya digunakan untuk jaringan IPv4.
Bentuk standar modern spesifikasi awalan jaringan notasi CIDR, yang digunakan untuk IPv4 dan IPv6. Ini menghitung jumlah bit dalam awalan dan menambahkan nomor ke alamat setelah slash (/) pemisah karakter:
  • 192.168.0.0, netmask 255.255.255.0 ditulis sebagai 192.168.0.0/24.
  • Dalam IPv6, 2001: db8 :: / 32 menunjuk alamat 2001: db8 :: dan jaringan awalan yang terdiri dari 32 bit yang paling signifikan.
Notasi ini diperkenalkan dengan CIDR (CIDR) dalam RFC 4632. Dalam IPv6 ini adalah satu-satunya bentuk yang dapat diterima untuk menunjukkan jaringan atau routing prefiks.
Dalam jaringan classful dalam IPv4, sebelum pengenalan CIDR, awalan jaringan bisa langsung diperoleh dari alamat IP, berdasarkan urutan tertinggi urutan bit. Ini ditentukan kelas (A, B, C) dari alamat dan oleh karena itu topeng jaringan.
Sejak diperkenalkannya CIDR Namun, tugas dari sebuah alamat IP untuk antarmuka jaringan memerlukan dua parameter, alamat dan masker jaringan.
Dalam IPv4, di-link penentuan alamat IP yang diberikan hanya dengan alamat dan netmask konfigurasi, alamat tidak dapat memisahkan diri dari awalan di-link.
Untuk IPv6, bagaimanapun, pada-link penentuan berbeda secara rinci dan membutuhkan Neighbor Discovery Protocol (NDP). lamat IPv6 tugas untuk sebuah antarmuka tidak membawa persyaratan awalan dan sebaliknya pencocokan pada link, dengan pengecualian alamat link-lokal.
Sementara subnetting dapat meningkatkan performa jaringan pada jaringan organisasi, meningkatkan kompleksitas routing, karena masing-masing subnet terhubung secara lokal harus diwakili oleh entri terpisah dalam tabel routing masing-masing router yang terhubung.
Namun, dengan desain hati-hati jaringan, rute untuk koleksi subnet yang lebih jauh dalam cabang dari-hirarki pohon dapat dikumpulkan oleh satu rute. Variable-length subnet masking (VLSM) fungsi dalam router komersial membuat pengenalan CIDR mulus di Internet dan jaringan perusahaan.
IPv4 Subnetting
Proses subnetting melibatkan pemisahan jaringan dan subnet bagian dari sebuah alamat dari host identifier. Hal ini dilakukan oleh bitwise operasi AND antara alamat IP dan (sub) mask jaringan. Hasilnya menghasilkan alamat jaringan atau awalan, dan sisanya adalah host identifier.
Menentukan Awalan Jaringan  (Determining the network prefix)
Sebuah jaringan topeng IPv4 terdiri dari 32 bit, urutan yang (1) diikuti oleh blok 0s. Trailing blok nol (0) menunjuk bagian sebagai host identifier.
Operasi matematika untuk menghitung awalan jaringan adalah bitwise DAN alamat IP dan subnet mask. Hasil operasi menghasilkan awalan 192.168.5.0 jaringan dan nomor host 130.
Alamat Khusus dan Subnet
Internet Protocol versi 4 menggunakan format khusus yang ditunjuk alamat untuk memfasilitasi pengakuan fungsi alamat khusus. Yang pertama dan subnet terakhir yang diperoleh dengan subnetting secara tradisional memiliki sebutan khusus dan, sejak dini, implikasi penggunaan khusus.
Selain itu, IPv4 menggunakan semua alamat yang tuan rumah, yaitu alamat terakhir dalam jaringan, untuk transmisi siaran untuk semua host pada link.
Subnet nol (Subnet zero and the all-ones subnet)
Subnet pertama diperoleh dari subnetting memiliki semua bit dalam kelompok subnet bit diatur ke nol (0). Oleh karena itu disebut subnet nol subnet terakhir yang diperoleh dari subnetting memiliki semua bit dalam kelompok subnet bit diatur ke satu. (1). Oleh karena itu disebut semua-yang subnet.
IETF awalnya berkecil penggunaan produksi dua subnet tersebut karena ada kemungkinan kebingungan memiliki jaringan dan subnet dengan praktek address. sama menghindari subnet nol dan semua-yang subnet dinyatakan usang pada tahun 1995 oleh RFC 1878, sebuah informasi, tapi sekarang dokumen sejarah.
Subnet dan Host (Subnet and host counts)
Jumlah subnetwork yang tersedia, dan jumlah yang mungkin host dalam jaringan dapat dengan mudah dihitung. Dalam contoh (di atas) dua bit yang dipinjam untuk membuat subnetwork, sehingga menciptakan 4 (22) subnet.

RFC 950 spesifikasi yang direkomendasikan pemesanan nilai subnet terdiri dari semua nol (lihat di atas) dan semua orang (broadcast), mengurangi jumlah subnet yang tersedia dengan dua.
Namun, karena inefisiensi diperkenalkan oleh konvensi ini itu ditinggalkan untuk digunakan di Internet publik, dan hanya relevan ketika berhadapan dengan peralatan warisan yang tidak mengimplementasikan CIDR.

Satu-satunya alasan untuk tidak menggunakan semua-nol subnet adalah bahwa hal itu ambigu ketika panjang prefiks tidak tersedia. RFC 950 itu sendiri tidak membuat penggunaan nol subnet ilegal; namun itu dianggap praktek terbaik oleh para insinyur.
Protokol routing CIDR-compliant mengirimkan baik panjang dan akhiran. RFC 1878 menyediakan tabel subnetting dengan contoh-contoh.

Bit yang tersisa setelah bit subnet digunakan untuk menangani host dalam subnet. Dalam contoh di atas subnet mask terdiri dari 26 bit, meninggalkan 6 bit untuk host identifier. Hal ini memungkinkan untuk 62 kombinasi host (26-2).
Nilai semua-nol dan semua-yang nilai yang disediakan untuk alamat jaringan dan alamat broadcast masing-masing. Dalam sistem yang dapat menangani CIDR hitungan dua karena itu dikurangi dari ketersediaan tuan rumah, daripada ketersediaan subnet, membuat semua subnet 2n tersedia dan menghilangkan kebutuhan untuk mengurangi dua subnet.

Sebagai contoh, di bawah CIDR / 28-16 subnet yang digunakan. Setiap siaran, yaitu 0,15 0,31-0,255 datang dari jumlah klien, bukan jaringan, sehingga membuat subnet lalu juga digunakan.
Teknologi warisan hanya tidak mampu menggunakan CIDR standar sesuai dengan standar RFC 1878 diperlukan pengurangan subnet, satu di awal jangkauan dan satu di akhir rentang.
Cisco menambah kebingungan ini dengan menggunakan mengurangkan dari rumus subnet dalam publikasinya, Untuk disebut subnet digunakan sampai tahun 2007. router Cisco, secara default, tidak memungkinkan alamat IP milik subnet nol untuk menjadi dikonfigurasi pada interface.
Secara umum jumlah host yang tersedia pada subnet adalah 2h-2, di mana h adalah jumlah bit yang digunakan untuk bagian host dari alamat. Jumlah subnet yang tersedia adalah 2n, dimana n adalah jumlah bit yang digunakan untuk bagian jaringan dari alamat. Ini adalah RFC 1878 standar yang digunakan oleh IETF, IEEE dan CompTIA.
RFC 3021 menentukan pengecualian untuk aturan ini untuk 31-bit subnet mask, yang berarti host identifier hanya satu bit yang panjang untuk dua alamat diperbolehkan.
Dalam jaringan tersebut, biasanya point-to-point, hanya dua host (titik akhir) dapat terhubung dan spesifikasi jaringan dan alamat broadcast tidak perlu.
Sebuah jaringan / 24 dapat dibagi ke dalam subnet berikut dengan meningkatkan subnet mask berturut-turut oleh satu bit. Hal ini mempengaruhi jumlah host yang dapat diatasi dalam / 24 jaringan (kolom terakhir).
IPv6 Subnetting
Desain ruang alamat IPv6 berbeda secara signifikan dari IPv4. Alasan utama untuk subnetting di IPv4 adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan ruang alamat relatif kecil tersedia, terutama untuk perusahaan. Tidak ada batasan seperti itu ada di IPv6, sebagai ruang alamat besar yang tersedia, bahkan untuk pengguna akhir, bukan faktor pembatas.

RFC 4291 subnet compliant selalu menggunakan alamat IPv6 dengan 64 bit untuk bagian host. Oleh karena itu memiliki / 64 prefix routing yang (128-64 = 64 bit paling signifikan).
Meskipun secara teknis mungkin untuk menggunakan subnet yang lebih kecil, mereka tidak praktis untuk jaringan area lokal berbasis pada teknologi Ethernet, karena 64 bit yang diperlukan untuk konfigurasi alamat otomatis stateless.
Internet Engineering Task Force merekomendasikan penggunaan / 127 subnet untuk poin -untuk-point, yang terdiri dari hanya dua host.

IPv6 tidak mengimplementasikan format alamat khusus untuk lalu lintas broadcast atau jaringan nomor, dan dengan demikian semua alamat dalam subnet adalah alamat host yang valid. Alamat nol semua dicadangkan sebagai alamat anycast Subnet-Router.

Alokasi yang disarankan untuk lokasi pelanggan IPv6 adalah ruang alamat dengan 48-bit (/ 48) prefix.However, rekomendasi ini direvisi untuk mendorong blok yang lebih kecil, misalnya menggunakan 56-bit awalan. alokasi umum lainnya adalah / 64 awalan untuk jaringan pelanggan perumahan.

Subnetting di IPv6 didasarkan pada konsep variabel-panjang subnet masking (VLSM) dan metodologi CIDR. Hal ini digunakan untuk lalu lintas rute antara ruang alokasi global dan dalam jaringan pelanggan antara subnet dan internet pada umumnya.

Jobsheet Cara Menginstal Mikrotik Divirtualbox

Nama : Fuad Hassan A
Cara Menginstal Mikrotik Divirtualbox
Tanggal :
Kelas : XII TKJ 2
SK/KD : 
No. Jobsheet : 000
Guru : Bang Maman


Perintah Dasar Linux