Selasa, 13 Oktober 2015

Cara Mudah Mengembalikan GRUB Ubuntu Yang Hilang Setelah Install Ulang Windows




Jika komputer kita sudah menginstal Ubuntu maka pertama kali saat kita menginstal ulang Windows maka yang terjadi adalah GRUB Ubuntu akan tertimpa oleh Bootloader Windows jadi GRUB nya tidak akan tampil. Hal ini dikarenakan pada komputer yang sebelumnya sudah terinstall Ubuntu, GRUB Ubuntu tertimpa oleh Bootloader kepunyaan Windows, inilah yang mengakibatkan mengapa menu GRUB tidak tampil pada saat komputer booting setelah instal ulang Ubuntu.

Pada kondisi ini sebenarnya Ubuntu Anda tidak rusak ataupun hilang, hanya saja ada konfigurasi yang salah yang harus diperbaiki atau kita cukup instal ulang GRUB-nya saja. dan tidak perlu melakukan install ulang Ubuntu kita lagi. Yang dibutuhkan hanya menginstall kembali bootloader Ubuntu (GRUB) yang tertimpa oleh Bootloader Windows.

Ingat, yang diinstall ulang hanya bootloadernya saja, buka sistem operasinya.

Hal ini khusus buat sahabat yang kocar-kacir karena bootloader ubuntunya hilang dimakan bootloader Windows, Jangan panik, apalagi sampai mengambil ancang-ancang mau instal Ubuntu juga. 

Pada kesempatan kali ini saya akan memposting artikel mengenai bagaimana cara mengembailkan atau menginstal ulang Ubuntu (baca: bootloader-nya aja).

Hal ini sangat sering dialami dan banyak sering terjadi di kalangan pengguna Linux yang dualboot dengan Windows. Pengguna Linux Ubuntu misalkan.

Bagi sahabat yang ingin menikmati kembali Ubuntu yang sebelumnya telah di Instal pada komputer anda sebelumnya. dan bermaksud mencari Cara Mudah Mengembalikan GRUB Ubuntu Yang Hilang Setelah Install Ulang Windows, bisa anda baca disini. Semoga panduan ini bisa membantu sahabat.

Untuk mengembalikan GRUB, anda membutuhkan LiveCD Ubuntu, usahakan yang sama versinya ya dengan Ubuntu yang sedang kita gunakan/yang akan dikembalikan GRUB nya.

Contohnya, gunakan Live CD Ubuntu 14.10 untuk mengembalikan GRUB dari Ubuntu 14.10, atau gunakan Live CD Ubuntu 14.04 untuk mengembalikan GRUB dari Ubuntu 14.04, dan seterusnya.

Terus kalau Ubuntu yang lama udah diupgrade, bagaimana?
Ya... dicoba aja dulu, siapa tahu Allah kasih jalan keluar dan ternyata bisa

Lanjut ya,
Kalau kita sudah menyiapkan Live CD nya, saatnya kita beraksi.

Masukkan Live CD Ubuntu ke CD/DVD ROM laptop/PC dan booting ke Live CD tersebut. Setelah berhasil masuk ke desktop Ubuntu, jalankan Terminal dan jalankan beberapa perintah dibawah ini.

1. Anda harus menentukan dimana letak partisi Ubuntu:

$ sudo fdisk -l

Pada gambar diatas (via Terminal dan Gparted) menunjukkan kalau lokasi instalasi Ubuntu saya adalah pada partisi /dev/sda7. Punya Anda mungkin berbeda, bisa saja /dev/sda5, /dev/sda6, dan lainnya.

2. Mount partisi dimana instalasi Ubuntu berada:

$ sudo mount /dev/sdaX /mnt

Perhatian, /dev/sdaX adalah lokasi instalasi Ubuntu. Lokasi instalasi ini tergantung pada hasil pada langkah 1.

3. Install grub ke partisi yang sudah di-mount

$ sudo grub-install --root-directory=/mnt/ /dev/sda

4. Update GUBR

Setelah semua langkah diatas sukses dijalankan, yang harus Anda lakukan berikutnya adalah
merefresh GRUB yang baru saja diinstall.

$ sudo update-grub

Terakhir, restart komputer Anda untuk memastikan apakah GRUB sudah tampil pada saat booting.
Lalu jalankan lagi sudo update-grub sampai partisi Windows Anda dikenali. Kalau sudah muncul tampilan seperti ini:

itu berarti GRUB nya sukses di recover SELAMAT

Namun jika tidak muncul dan tertera flash seperti ini... Layar backlightnya tiba-tiba mati seperti brightness yang disetting ke level dan frekuensi terendah.



Maka yang harus anda lakukan adalah masuk kembali ke sistem berkas dengan LiveCD Ubuntu. Untuk solusi sementara menangani bug ini adalah dengan menambahkan parameter boot pada GRUB. Ikuti parameter 1 dan ke-2 dilanjutkan dengan
5. Buka Terminal, dan menjalankan perintah berikut ini:

$ gksudo gedit /etc/default/grub

Cari baris GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT kemudian tambahkan baris acpi_backlight=vendor setelah quiet splash, seperti ini:



6. Setelah itu Save filenya kemudian Close.
7. Buka Terminal lagi dan jalankan:

$ sudo update-grub

8. Terakhir, Reboot komputer Anda untuk memastikan apakah hal ini berhasil atau tidak.

Saya sendiri sudah mencoba cara ini dan berhasil pada komputer saya.

Senin, 12 Oktober 2015

Pengertian Eoip


Pengertian EOIP Ethernet over IP Tunneling MikroTik adalah protokol yang membuat sebuah Ethernet tunnel antara dua router di atas koneksi IP. Interface EoIP muncul sebagai interface Ethernet. Ketika fungsi bridging dari router diaktifkan, semua lalu lintas Ethernet (semua protokol Ethernet) akan dijembatani sama seperti jika ada dimana interface Ethernet fisik dan kabel antara dua router (dengan bridging diaktifkan). Pengertian IPIP tunnel adalah sebuah protokol sederhana yang mengenkapsulasi paket IP dalam IP untuk membuat tunnel di antara dua router. IPIP tunnel interface muncul sebagai interface dalam daftar interface. Banyak router, termasuk Cisco dan berbasis Linux, mendukung protokol ini. Maksimum jumlah tunnel yang dapat dibuat EOIP tunnel adalah 65535.

Berikut ini beberapa kemampuan yang dapat ditawarkan dengan pemanfaatan EOIP Tunnel :

1. Kemungkinan melakukan bridging LAN melalui internet
2. Kemungkinan melakukan bridging LAN melalui tunnel yang ter-enkripsi
3. Kemungkinan melakukan bridging LAN dengan wireless network
Kelebihan EOIP adalah :
1. Komunikasi jaringan jarak Jauh layaknya seperti dalam satu jaringan.
2. Biarpun jaringan kita mau melewati beberapa router mau 2,3 maupun 10 nggak ada masalah. maka hal ini dengan kita gunakan yg namanya EOIP tunnel sehingga dengan menggunakan EOIP tunnel ini maka jaringan yang kita tuju akan menjadi satu subnet dengan alokasi ip yang kita inginkan.
3. Lebih efisien
Kekurangan EOIP adalah : 
Dikarenakan melewati beberapa router yang berbeda .maka secara otomatis bisa membaca jaringan tetangganya atau router yang dilewati (biasanya dalam 1 hub) yang masuk, maka jaringan tersebut akan bisa dibaca. Jadi sangat2 rentan karena network kita bisa terbaca. Namun hal ini bisa dihindari yaitu dengan cara port scan yg di gunakan winbox itu kita tutup  di router yang bersangkutan dengan begitu walaupun kita scan berkali-kali tidak akan terlihat.

Pengertian DHCP Server DHCP Client

Pengertian atau penjelasan dhcp server dan dhcp client - DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Procotol, untuk yang baru saja belajar membuat atau mengenal jaringan secara teori maupun praktek akan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dari diri pribadi guna mengetahui, mendapatkan informasi sejelas mungkin.

Pengertian DHCP Server dan DHCP Client, pertanyaan sering muncul saat kita menemukan sesuatu, kasus atau masalah atau pertanyaan dari orang lain dilapangan, saat membaca atau melihat perbedaan antara dhcp server dan dhcp client, begitu juga dengan saya pribadi sempat terlintas hendak menanyakan perbedaan dhcp server dan dhcp client pada salah seorang guru jaringan di sekolah, tapi ada rasa takut tuk bertanya akan hal tersebut, kekawatiran penjelasan yang disampaikan tidak bisa membuat saya mengerti ataukah terlalu teoritis atau memang demikian red : rada seram gurunya.

Tulisan kali ini saya mencoba memberikan sedikit penjelasan dhcp server dan dhcp client, berdasarkan pendapat saya semoga tidak salah dalam penyampaiannya.

Secara umum diketahui istilah dhcp dipergunakan pada jaringan (configurasi protocol), pemberian / request ip otomatis oleh server ke client dan request ip dari client ke server, cara lain pemberian ip secara manual / static. jika diartikan dari singkatan DHCP - Dynamic Host Configurasi Protocol,

Dynamic = dinamis
Host = Perangkat/node
configurasi = pengaturan
protocol = protocol

Jadi bisa kita simpulkan pengaturan protocol suatu perangkat dilakukan secara dinamis, yang dikendalikan atau ditur oleh sistem secara otomatis pada jaringan tersebut. pengaturan protocol bisa dilakukan secara manual atau static dan bisa juga secara dynamic.

DHCP Server

dhcp server configurasi protocol (IP address) disediakan oleh server untuk diberikan ke client yang meminta / request ip. (ip address) yang diberikan, ditentukan oleh server pemberian jatah ip bisa dalam hitungan menit, jam, hari dan bulan, juga disertai dengan netmask, gateway dan dns server, itu semua tergantung dari pengaturan di servernya.

DHCP Client

Pengaturan protocol (ip address) dilakukan di client, apakah mode static atau dynamic, dhcp client meminta server untuk memberikan ip, sebelum client mendapatkan ip dynamic, client terlebih dahulu merequest ke server yang ada pada jaringan tersebut, dan server melakukan pemeriksaan terhadap client yang meminta ip dynamic, jika sesuai dan diperbolehkan maka server baru mengirimkan ip ke client.

Perhatikan gambar dibawah ini, DHCP Enabled, ip address, subnet mask, gateway, dhcp server dan dns server yang diperoleh atau yang diberikan server.

pengertian-dhcp-server-client

Penjelasan Web proxy

Penjelasan Web Proxy Mikrotik - Proxy adalah suatu aplikasi yang menjadi perantara antara client dengan server, sehingga client tidak akan berhubungan langsung dengan server-server yang ada di Internet. Mikrotik memiliki fitur Web proxy yang bisa digunakan sebagai proxy server yang nantinya akan menjadi perantara antara browser user dengan web server di Internet.

Cara Kerja Web Proxy

Ketika user membuka suatu situs, maka browser akan mengirimkan HTTP request ke Server, namun karena computer user ini menggunakan web proxy maka proxy akan menerima HTTP request dari browser tersebut kemudian membuat HTTP request baru atas nama dirinya. HTTP request baru buatan Proxy inilah yang diterima oleh Server kemudian Server membalas dengan HTTP Response dan diterima oleh Proxy yang kemudian diteruskan ke browser user yang sebelumnya melakukan request.

Perbedaan Web Proxy dengan NAT

Mungkin penjelasan cara kerja web proxy di atas hamper mirip dengan NAT (Network Address Translation) Masquerade, namun sebenarnya berbeda. Karena jika menggunakan NAT, maka Mikrotik hanya akan meneruskan HTTP Request yang dibuat oleh computer user. HTTP request tersebut diteruskan ke Server oleh Mikrotik tanpa membuat HTTP request baru seperti halnya pada Web Proxy.

NAT hanya menangani paket data saja, sedangkan Proxy bekerja dengan memeriksa konten dari HTTP Request dan Response secara detail, sehingga Proxy sering juga disebut sebagai Application Firewall.

Web Proxy Membutuhkan Resource CPU Besar

Jika mengaktifkan fitur Web proxy pada Mikrotik anda harus memperhatikan kapasitas memori dan CPU. Karena Mikrotik akan membuat HTTP Request baru atas nama dirinya, sehingga membutuhkan pemakaian Resource memori dan CPU yang lebih besar daripada hanya menggunakan NAT. Jika pemakaian resource Mikrotik berlebihan maka akan membuat Router Mikrotik anda hang dan koneksi internet pun akan jadi lambat.

Keuntungan menggunakan Web Proxy

Fungsi dari proxy secara umum adalah sebagai Caching, Filtering, dan Connection Sharing. Semua fungsi ini dapat anda temui pada Web Proxy Mikrotik. Berikut ini adalah Keuntungan / Manfaat Web Proxy pada Mikrotik :

Caching
Web Proxy Mikrotik dapat melakukan caching content yaitu menyimpan beberapa konten web yang disimpan di memori Mikrotik. Konten tersebut akan digunakan kembali apabila ada permintaan pada konten itu lagi. Misalnya anda membuka Facebook.com, maka file-file pada web tersebut seperti image, script, dll akan disimpan oleh web proxy, sehingga jika lain kali anda membuka Facebook maka tidak perlu konek ke Internet pun halaman itu bisa dibuka dengan mengambil file dari cache proxy. Hal ini dapat menghemat bandwidth Internet dan mempercepat koneksi.

Filtering
Dengan menggunakan Web Proxy anda dapat membatasi akses konten-konten tertentu yang di-request oleh client. Anda dapat membatasi akses ke situs tertentu, ekstensi file tertentu, melakukan redirect (pengalihan) ke situs lain, maupun pembatasan terhadap metode akses HTTP. Hal tersebut tidak dapat anda lakukan jika hanya menggunakan NAT.

Connection Sharing
Web Proxy meningkatkan level keamanan dari jaringan anda, karena computer user tidak berhubungan langsung dengan web server yang ada di Internet.

Pengertian Wireless

 
Wireless adalah jika dari arti katanya dapat diartikan “tanpa kabel”, yaitu melakukan suatu hubungan telekomunikasi menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti media kabel. Saat ini teknologi wireless sudah berkembang pesat, buktinya dapat dilihat dapat dilihat dengan semakin banyaknya yang menggunakan telepon sellular, selain itu berkembang juga teknologi wireless yang dipakai untuk mengakses internet.
Berikut ini kelebihan & kekurangan wireless
Kelebihan Wireless, sebagai mana di bawah ini :
  1. Pembagunan jaringan yang cepat.
  2. Mudah dan murah untuk direlokasi.
  3. Biaya pemeliharaannya murah.
  4. Infrastruktur berdimensi kecil.
  5. Mudah untuk dikembangkan.
  6. Sumber-sumber file bisa pindahkan dengan mudah tanpa menggunakan media kabel.
  7. Mudah sekali untuk di-setup, dan juga handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor maupun di rumah.
Kekurangan wireless, dimana ada kelebihan tentunya pasti ada kekurangannya, antara lain :
  1. Keamanan atau kerahasiaan data data rentan.
  2. Interferensi gelombang radio.
  3. Delay (kelambatan) yang besar.
  4. Biaya peralatan rata-rata mahal.
  5. Produk dari produsen yang berbeda-beda kadang tidak kompatibel/cocok.
  6. Kualitas sinyalnya dipengaruhi oleh keadaan udara maupun cuaca, artinya kualitas dari koneksinya saat cuaca bagus akan berbeda, saat kualitas koneksi cuaca buruk (kalau dipakai diluar gedung/ruangan) dan dipengaruhi juga oleh batas-batas dinding gedung atau ruangan.
  7. Mahal dalam investasinya, kalau dibanding dengan menggunakan media kabel.
  8. Kemungkinan penyadapan koneksinya lebih besar terjadi, jika dibandingkan dengan menggunakan media kabel.
Perinsip kerja wireless
Cara kerja wireless ini disebabkan karena komputer mempunyaii built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut dengan adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Yang pertama, mendeteksi apakah terdapat jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan  juga tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap ada sinyal yang masuk. Setelah ada sinyal terdeteksi, untuk menghubungkannya yaitu melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirimkan dari komputer atau melalui laptop/notebook diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s & 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).

pengertian wireless

Konversi sinyal data digital kebentuk analog disebut dengan “modulasi”. Sinyal data digital ditumpangkan ke gelombang radio analog. Beberapa prinsip kerja wireless yang berbeda untuk melakukan hal ini, sehingga bagian data digital akan lebih banyak dapat dibawa oleh gelombang radio analog. Teknik yang dipakai untuk modulasi menentukan kecepatan dari transfer data jaringan wireless. Lalu sinyal radio yang disalurkan biasanya mempunyai frekuensi lebih dari 2,4 GHz diterima oleh sebuah router wireless ataupun sebuah wireless adapter.
Sebuah router witeless yaitu suatu stasiun penerima dari jaringan wireless. Hal tersebut direkonversi dari sinyal data radio ke dalam bentuk sinyal digital, oleh sinyal “demodulating” dan mengirimkannya melalui koneksi kabel Ethernet ke jalur super informasi yang disebut dengan internet.

Cara kerja dari wireless selanjutnya adalah proses sebaliknya saat menerima informasi pada komputer melalui jaringan wireless. Kali ini router menerima data digtal dari internet dan juga memodulasi kedalam bentuk analog. Lalu kemudian antena adapter wireless menerima sinyal analog dimodulasi dan demodulates kembali kedalam bentuk digital lalu ditransfer kedalam komputer.
Sebuah teknologi yang membuat semua ini terjadi karena adanya jaringan wireless, link yang penting dalam jaringan wireless adalah router dan adapter wireless/Wi-Fi. Pada saat ini, kebanyakan laptop maupun komputer sudah dilengkapi dengan hardware dan juga software wireless/WiFi. Jaringan Hotspot wireless daerah di sekitar router wireless yang mempunyai kekuatan sinyal yang tinggi. Tentu saja cara kerja wireless melakukan transfer data yang lebih cepat di jaringan wireless ini.

Macam - Macam Routing

1. Static Routing
Static routing merupakan rute yang secara manual dimasukan oleh Administrator kedalam konfigurasi devices untuk mendefinisikan lewat interface mana sebuah paket dengan suatu tujuan akan dilewatkan. Berikut ini merupakan poin poin yang didefenisikan dalam static routing :
- Network tujuan
- Subnet Mask
- Gateway atau interface yang di tunjuk untuk melewati packet tersebut
- Metric (digunakan untuk membandingkan tingkat kredibilitas suatu path bila terdapat lebih dari 1 rute untuk suatu destination yang sama)
Static routing merupakan bentuk yang simple dari routing, tapi diperlukan proses manual dalam mendefine static routing tersebut ke perangkat jaringan. Static routing digunakan pada network yang hanya mempunya sedikit perangkat dan sifat rute nya tetap (sangat jarang untuk berubah) static routing juga tidak dapat menangani perpindahan rute secara otomati bila rute yang didefinisikan sebelumnya mengalami kegagalan jaringan (link failure).

2.  Dynamic Routing
Merupakan Routing yang bekerja secara dinamis dan otomatis oleh suatu software Routing yang berjalan pada Router. Kenapa dinamis, karena router akan dapat menentukan secara otomatis lewat mana suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan. Apabila terjadi kegagalan jaringan pada suatu link, router secara otomatis akan memindahkan traffic melewati link yang tidak mengalami gangguan (backup link) dan akan secara otomatis menginformasikan ke router-router lain nya dalam satu domain bahwa telah terjadi perubahan routing dan router yang terkait perubahan routing tersebut akan otomatis melakukan update routing.
Routing tersebut dapat berjalan otomatis dikarenakan router-router yang menjalankan dynamic routing protocol tersebut saling mempelajari rute dan semua perangkat yang terkonek langsung (directly connected). contoh dari Dynamic routing protocol : RIP , OSPF, EIGRP, ISIS, BGP
Pada dynamic routing terbagi menjadi dua, yaitu Classful Routing Protocol dan Classless Routing Protocol.

3.  Classful Routing Protocol
Classful Routing Protocol adalah penerapan subnet secara penuh atau default. /24,/16,/8 artinya penggunaan kelas full dikonsep ini. Ia hanya membawa informasi ip address saja, dan menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya. Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar ) dibagi kedalam lima kelas yakni:
Address kelas A       : 1 bit pertama IP Address-nya“0”
Address kelas B        : 2 bit pertama IP Address-nya“10”
Address kelas C       : 3 bit pertama IP Address-nya“110”
Address kelas D       : 4 bit pertama IP Address-nya“1110”
Address kelas E        : 4 bit pertama IP Address-nya“1111”
Kelebihan       :
- Tidak perlu menyertakan subnetmask pada update routing
Kekurangan   :
- Tidak mendukung vlsm
- Ketidakmampuan untuk mendukung jaringan discontiguous.
Jenis-jenis Dynamic routing Classfull : Rip V1, IGRP

RIP V1
RIP (Routing Information Protocol) merupakan routing information protocol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, routedefault.
Kelebihan :
  • Menggunakan metode Triggered Update.
  • RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  • Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  • Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

Fitur-Fitur Dalam Mikrotik


Fitur-fitur Dalam Mikrotik apabila ada yang salah atau kurang harap maklumkan sajah.
  • Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama
  • Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, dengan otentikasi CHAP,
    PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga
    128 ports.
  • Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke
    dalam 1 pipa pada koneksi cepat.
  • Bridge : Mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface,
    bridging firewalling.
  • Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED,
    SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer.
  • DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay; DHCP Client, multiple
    network DHCP; static and dynamic DHCP leases.
  • Firewall dan NAT : Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan
    destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port,
    protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP Flags dan MSS.
  • Hotspot : Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung limit data
    rate, SSL ,HTTPS.
  • IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmann groups 1, 2, 5;
    MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkirpsi menggunakan DES, 3DES,
    AES-128, AES-192, AES-256; Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5.
  • ISDN : mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP, CHAP,
    MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K bundle, Cisco HDLC, x751,
    x75ui, x75bui line protokol.
  • M3P : MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet.
  • MNDP : MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukung Cisco Discovery
    Protokol (CDP).
  • Monitoring / Accounting : Laporan Traffic IP, log, statistik graph yang dapat
    diakses melalui HTTP.
  • NTP : Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasi menggunakan
    system GPS.
  • Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP Access Consentrator;
    protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi
    dan laporan Radius; enkripsi MPPE; kompresi untuk PPoE; limit data rate.
  • Proxy : Cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy; transparent proxy
    untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOCKS; mendukung parent proxy;
    static DNS.
  • Routing : Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
  • SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.
  • Simple Tunnel : Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).
  • SNMP : Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only.
  • Synchronous : V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media ttypes; sync-PPP, Cisco
    HDLC; Frame Relay line protokol; ANSI-617d (ANDI atau annex D) dan Q933a
    (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI.
  • Tool : Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer;
    Dinamik DNS update.
  • UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play.
  • VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless;
    multiple VLAN; VLAN bridging.
  • VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP.
  • VRRP : Mendukung Virtual Router Redudant Protocol.
  • WinBox : Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi MikroTik
    RouterOS.

Pengertian Router

PENGERTIAN ROUTER
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

1.Fungsi
Fungsi Router
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Analogi Router dan Switch
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

2.   Jenis-jenis router
Jenis – Jenis Router
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
1.   Routing Static
Routing Static adalah salah satu cara untuk membuat table routing secara manual. Routing static bersifat statik, tidak berubah-rubah dan diset oleh user/pengguna.
Pada Routing statik
  • Router tidak berbagi informasi routing.
  • Jumlah gateway terbatas.
  • Routing tabel dibuat manual.
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian
  • Jaringan yang mengkonfigurasi router.
  • Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
  • Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data.
Seorang administrator harus mengunakan perintah ip.route scara manual untuk mengkonfigurasi router dengan routing statis.
Keuntungan routing statis :
  • Beban kerja router terbilang ringan dibandingkan dengan routing dinamis. Karena router hanya mengupdate sekali saja ip table yang ada. (pada saat di konfigurasi)
  • Pengiriman paket data yang lebih cepat karena jalur-jalur (path) sudah di ketahui terlebih dahulu.
  • Analisa kesalahan pada topologi jaringan lebih cepat diketahui.
Kerugian routing statis :
  • Harus tau semua alamat IP network yang akan di kenalkan atau dituju beserta next hoopnya (jalur yang akan dilewati).
2.   Routing Dynamic
    Routing Dynamic adalah routing yang memanfaatkan suatu algoritma sehingga perangkat router dapat menentukan jalur routingnya secara otomatis, dengan cara menjelajah jaringan tersebut dan bertukar informari routing antar router.
Pada Routing dinamik
  • Router berbagi informasi routing secara otomatis
  • Jumlah gateway sangat banyak.
  • Routing tabeel dibuat secara dinamik.
  • Membutuhkan protokl routing seperti RIP atau OSPF
Keuntungan routing dinamis :
  • hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya (kaki-kakinya).
  • Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
  • Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router mengkonfigurasi. Hanya router-router yang berkaitan.
Kerugian routing dinamis :
  • beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada setiap waktu tertentu.
  • kecepatan pengenalan dan kelengkapan ip table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router sampai ada yang cocok. Sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat ip yang ada.
3. Router versus Bridge
BRIDGE
Bridge adalah peralatan yang berfungsi menghubungkan dua jaringan yang mempunyai media komunikasi dan topologi berbeda tetapi mempunyai protokol yang sama. Contoh, jaringan yang menggunakan kabel fiber optic bisa dihubungkan dengan jaringan kabel coaxial dan jaringan yang menggunakan topologi ring bisa dihubungkan dengan jaringan bertopologi star.
Karakteristik BRIDGE :
– Dapat memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebih kecil.
– Dapat mempelajari alamat, meneliti paket data dan menyampaikannya.
– Dapat mengoleksi dan melepas paket-paket diantara dua segmen jaringan.
– Dapat mengontrol broadcast ke jaringan.
– Dapat merawat address table.
JENIS BRIDGE :
– Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
– Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
– Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
Router versus Bridge
Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet
Karakteristik lain dari Router adalah sbb :
  1. Dapat mencari rute atau jalur yang terbaik antara dua segmen jaringan
  2. Dapat mengelola dan menangani banyak tugas antar segmen
  3. Dapat membantu mengelola lalulintas jaringan
  4. Dapat menghubungkan dua segmen jaringan yang berbeda protokol lapisan fisik dan lapisan data-link, karena bekerja pada lapisan network.
  5. Dipergunakan pada koneksi ke jaringan MAN dan WAN

Jumat, 09 Oktober 2015

Pengertian dan Definisi Linux


Pengetian Linux dan Definisi Linux - Sebagai seorang yang baru memulai menggunakan Linux sangat di sarankan untuk mengenal terlebih dahulu pengetahuan dasar tentang Linux dimulai dari pengertiannya untuk sebagai pengetahuan awal yang wajib untuk di ketahui. Pada kali ini saya akan menulis sedikit artikel definisi Linux yang saya ambil dari wikipedia.
Pengertian Linux
Apa itu Linux ?
Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.

Sejarah Linux
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum.  Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME).

Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.

Desain Linux
Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel.

Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas X Window System.

Pengembangan Linux
Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.

Linux dikendalikan oleh pengembang dan komunitas penggunanya. Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai distribusi mereka sendiri dengan dasar kesukarelaan. Debian merupakan contoh yang bagus. Yang lain memiliki versi komunitas dari versi komersialnya seperti yang Red Hat lakukan dengan Fedora.

Di banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang dikenal dengan nama Kelompok Pengguna Linux (Linux Users Group atau LUG) mempromosikan Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi, pelatihan, dukungan teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara gratis. Ada banyak juga komunitas Internet yang menyediakan dukungan terhadap pengembang dan pengguna Linux. Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber terbuka yang memiliki ruang percakapan IRC atau newsgroup. Forum daring merupakan bentuk lain untuk mendapatkan dukungan, contoh: LinuxQuestions.org dan forum Gentoo. Distribusi Linux memiliki milis dengan pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.

Distribusi Linux
Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).

Contoh distribusi distro Linux :
  • Ubuntu dan derivatifnya : Sabily (Ubuntu Muslim Edition), Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu, Gnewsense, ubuntuCE.
  • Debian.
  • Fedora.
  • Backtrack.
  • OpenSuse.
  • Mandriva.
  • Slackware.
  • PCLinuxOS.
  • Knoppix.
  • Xandros.
  • Sabayon.
  • CentOS.
  • ClearOS.
  • Gentoo Linux.
  • dan masih banyak distro yang lain-lain.

Kamis, 08 Oktober 2015

JobSheet 10 Konfigurasi Wireless Mikrotik Sebagai AP Bridge,Point to Point,Point To Multi Point

Nama : Fuad Hassan A
Konfigurasi Wireless Mikrotik Sebagai AP Bridge,Point to Point,Point To Multi Point
Tanggal :
Kelas : XII TKJ 2
SK/KD : 
No. Jobsheet : 010
Guru : Bang Maman

Rabu, 07 Oktober 2015

Cara Menghitung Subnetting

Biasanya dalam perhitungan subnetting semuanya pasti mengenai seputar Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Broadcast Address. Biasanya penulisan IP address adalah seperti 192.168.1.1 , tetapi terkadang dituliskan 192.168.1.1/24 ,nah pasti ada maksudnya dari 192.168.1.1/24? Maksudnya adalah IP 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 (1111111.11111111.11111111.00000000) atau 24 bit subnet mask di isi dengan angka 1. Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pengertian dari Classless Inter-Domain Routing (CIDR) sendiri  adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.
Kita langsung pakai contoh aja:
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Lakukan subnetting pada sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/27 !
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /27 berarti 11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224) atau jika ingin lihat table yang pertama.
  1. Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2^3 = 8 subnet.
  2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. 2^5 – 2 = 30 Host.
  3. Blok Subnet = 256 – nilai oktet terakhir subnet mask = 256 – 224 = 32 (kelipatan 32 hingga total 8 subnet/tidak melebihi 255). Subnet berikutnya adalah 32+32= 64 , lalu 64+32= 96 dst . Subnet lengkapnya 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224.
  4. host dan broadcast yang valid? Agar lebih mudah membacanya kita buat tabel.
Nah setelah mengetahui cara penghitungan subnetting class C selanjutnya kita coba untuk mempelajari subnetting class B oke langsung saja ke contoh soalnya.
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Kita coba subnetting pada IP Address class B. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah CIDR /17 sampai /30 . Untuk CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, Dari pada bingung, kita pakai contoh aja:
Contoh NETWORK ADDRESS 172.16.0.0/17
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
  1. Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.
  2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^14 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid? Seperti biasa kita buat tabelnya supaya mudah.
 
Bagaimana? Sama saja kan cara penghitungannya dengan Ip class C? hanya saja ini di mulai di octet ketiga dan keempat oke sekarang langsung saja kita mencoba menghitung Ip class A.

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Sekarang kita coba hitung subnetting dengan Class A. Caranya juga sama saja dengan cara-cara diatas, hanya berbeda tempat oktet saja. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Subnet mask yang dapat di gunakan adahal CIDR /8 sampai /30.
oke langsung saja ke contoh soal seperti biasanya.

Contoh NETWORK ADDRESS 10.0.0.0/14.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /14 berarti 11111111.11111100.00000000.00000000 (255.252.0.0).

  1. Jumlah Subnet = 2^6 = 64 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2^18 – 2 = 262.144 host
  3. Blok Subnet = 256 – 252 = 4(kelipatan 4). Jadi subnet lengkapnya: 0,4,8,12,16, dst.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?

 
Contoh gambar subnet mask quick reference

Senin, 05 Oktober 2015

Jobsheet 9 Konfigurasi Ospf Dengan 3 Router Mikrotik

Nama : Fuad Hassan A
Konfigurasi Ospf Dengan 3 Router Mikrotik
Tanggal :
Kelas : XII TKJ 2
SK/KD : 
No. Jobsheet : 009
Guru : Bang Maman

I. TOPOLOGI YANG AKAN DI KONFIGURASI

Jobsheet 5 Static Routing Dengan 2 Router Mikrotik


Nama : Fuad Hassan A
Static Routing Dengan 2 Router Mikrotik
Tanggal :
Kelas : XII TKJ 2
SK/KD : 
No. Jobsheet : 005
Guru : Bang Maman

Jobsheet 7 Konfigurasi Web Proxy Pada Mikrotik Dengan Transparen Proxy


Nama : Fuad Hassan A
Konfigurasi Internet Gateway Pada Mikrotik
Tanggal :
Kelas : XII TKJ 2
SK/KD : 
No. Jobsheet : 002
Guru : Bang Maman


Jobsheet 8 Konfigurasi Hotspot Pada Mikrotik


Nama : Fuad Hassan A
Konfigurasi Hotspot Pada Mikrotik
Tanggal :
Kelas : XII TKJ 2
SK/KD : 
No. Jobsheet : 008
Guru : Bang Maman

Perintah Dasar Linux